Minggu, 04 Januari 2009

kompend. hubungan komunikais

Nama : Agus wijaya

Nim : 0805433

1. Hubungan antara ilmu komunikasi dan pembelajaran

Sumber informasi <=======> Pengajar <========> pesan <=========> Media komunikasi <========> siswa <============> pesan <==========> Sumber informasi

Pengajar mendapatkan referensi pembelajaran dari buku maupun dari sumber – sumber lainnya yang dapat dijadikan bahan ajaran bagi siswa. Kemudian informasi itu di olah dan diterjemaahkan menjadi suatu pesan yang disampaikan kepada siswa melalui media baik media audio, visual maupun audio visual dengan penyampaiannya bias menggunakan metode lisan, tulis, diskusi, presentasi dan lainnya yang dapat dipahami siswa. Kemudian siswa juga harus mampu menerjemaahkan ulang apa yang diperoleh dari pengajar menjadi sumber informasi yang dijadikan sebagai umpan balik kepada pengajar. Jadi peranan ilmu komunikasi dalam pembelajaran adalah sebagai penyampai pesan dalam proses pembelajaran sehinnga menghasilkan pembelajaran yang sirkular yang timbul akibat adanya interaksi yang menimbulkan komunikasi antara pengajar dan siswa.

Ilmu komunikasi berperan sebagai penyampaian fikiran ataupun perasaan dari seorang komunikator kepada komunikan baik secara langsung maupun tak langsung ( menggunkan media ) untuk mendapatkan umpan balik.

Komunikasi juga berfungsi sebagai :

· Pemersatu antara pengajar dan siswa, maksudnya dengan komunikasi pengajar dan siswa dapat lebih akrab dan yehui karakteristik satu sama lainnya sehingga menimbulkan kebersamaan diantara keduanya.

· Motivasi, maksudnya dengan komunikasi pengajar dan siswa dapat saling memotivasi satu sama lainnya agar terjadi pembelajaran yang baik dan menyenangkan.

· Pengontrol, maksudnya dengan komunikasi pengajar dan siswa dapat mengontrol satu sama lainnya agar pembelajaran dpat berjlan dengan lancar dan lebih terarah.

· Pembeda, namun dalam pembelajaran harus ada komunikasi yang dapat membedakan kedudukan keduannya dalm pembelajran.

2. Hubungan antara model komunikasi helical dance dan model psikologi komunikasi.

Helical dance : proses komunikasi yang terdiri dari unsur, hubungan dan ingkungan yang terus berubah. Implikasinya bagi individu yang aktif melakukan komunikasi maka kognitifnya akn semakin meluas dan menunjukan kepada sesuatu fakta bahwa proses komunikasi bergerak maju dan akan mempengaruhi apa yang di komunikasikan menjadi lebih banyak di dapatkan.

Psikologi komuinikasi : ilmu yang berusaha menguraikan , meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan perubahan tingkah laku yang memfokuskan pada penerima dalam kognitip dan afektipnya dalam komunikasi ini peranan individu samgat penting karena, individu harus memproses stimulus yang didapatkan dari lingkungan sosial.

Keterkaitan antara helical dance dan psikologi komunikasi :

Helical dance dan psikologi komunikasi sama – sama berasal dari proses sosial yang didalamnya terjadi interaksi sehingga memperoleh informasi yang menimbulkan proses komunikasi antara satu sama lainnya. Komunikasi ini sama- sama menekankan pada peran individu dalam memproses stimulus yang didapat dari lingkungan sosial yang terus berubah. Stimulus ini kemudian harus diuraikan, diramalkan dan dikendalikan secara aktif agar semakin meluas dalan menghasilkan hasil yang melimpah’

stimulus social stimulus sosial

HELICAL DANCEç===========èPSIKOLOGI

||

||

||

VV

V

· STRUKTUR DAN ISI INFORMASI MELUAS

· PERISTIWA MENTAL

· PERUBAHAN TINGKAH LAKU

Stimulus social stimulus sosial

3. Permasalahan pendidikan dan pembelajran dalam praktek sehari – hari

Meskipun teknologi informasi komunikasi dalam bentuk komputer dan internet telah terbukti banyak menunjang proses pembelajaran anak secara lebih efektif dan produktif, namun di sisi lain masih banyak kelemahan dan kekurangan. Dari sisi kegairahan kadang-kadang anak-anak lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari. Dapat juga terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial. Terkadang pengajar dalam hal ini guru seringkali mengalami kesulitan dalam penyampaian pesan kepada siswa karena perbedaan metode penyampaiannya. Namun dengan adanya komunikasi antara pengajar dan siswa dapat bersama – sama mencari solusi masalah yang dihadapi. Komunuikasi juga berperan sebagai pemersatu, pengontrol dan memberikan motivasi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran berjalan lebih baik dan lancar. Komunikasi juga bisa membuat siswa tidak terpaku pada pembelajran yang sifatnya individual karena dengan komunikasi siswa dapat berinteraksi sosial guna memperoleh pemahaman yang lebih luas.

4. Teknologi komunikasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.

Hal itu telah menguban peran guru dan siswa dalam pembelajaran. Peran guru telah berubah dari: (1) sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, akhli materi, dan sumber segala jawaban, menjadi sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar; (2) dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran, menjadi lebih banyak memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran. Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami perubahan yaitu: (1) dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran, (2) dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan berbagai pengetahuan, (3) dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual (soliter) menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain.

TIK telah memungkinkan terjadinya individuasi, akselerasi, pengayaan, perluasan, efektivitas dan produktivitas pembelajaran yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Melalui penggunaan TIK setiap siswa akan terangsang untuk belajar maju berkelanjutan sesuai dengan potensi dan kecakapan yang dimilikinya. Pembelajaran dengan menggunakan TIK menuntut kreativitas dan kemandirian diri sehingga memungkinkan mengembangkan semua potensi yang dimilikinya..

TIK memberikan peluang untuk berkembangnya kreativitas dan kemandirian siswa. Pembelajaran dengan dukungan TIK memungkinkan dapat menghasilkan karya-karya baru yang orsinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih bermakna. Melalui TIK siswa akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain.

Nama : Agus wijaya

Nim : 0805433

1. Hubungan antara ilmu komunikasi dan pembelajaran

Sumber informasi <=======> Pengajar <========> pesan <=========> Media komunikasi <========> siswa <============> pesan <==========> Sumber informasi

Pengajar mendapatkan referensi pembelajaran dari buku maupun dari sumber – sumber lainnya yang dapat dijadikan bahan ajaran bagi siswa. Kemudian informasi itu di olah dan diterjemaahkan menjadi suatu pesan yang disampaikan kepada siswa melalui media baik media audio, visual maupun audio visual dengan penyampaiannya bias menggunakan metode lisan, tulis, diskusi, presentasi dan lainnya yang dapat dipahami siswa. Kemudian siswa juga harus mampu menerjemaahkan ulang apa yang diperoleh dari pengajar menjadi sumber informasi yang dijadikan sebagai umpan balik kepada pengajar. Jadi peranan ilmu komunikasi dalam pembelajaran adalah sebagai penyampai pesan dalam proses pembelajaran sehinnga menghasilkan pembelajaran yang sirkular yang timbul akibat adanya interaksi yang menimbulkan komunikasi antara pengajar dan siswa.

Ilmu komunikasi berperan sebagai penyampaian fikiran ataupun perasaan dari seorang komunikator kepada komunikan baik secara langsung maupun tak langsung ( menggunkan media ) untuk mendapatkan umpan balik.

Komunikasi juga berfungsi sebagai :

· Pemersatu antara pengajar dan siswa, maksudnya dengan komunikasi pengajar dan siswa dapat lebih akrab dan yehui karakteristik satu sama lainnya sehingga menimbulkan kebersamaan diantara keduanya.

· Motivasi, maksudnya dengan komunikasi pengajar dan siswa dapat saling memotivasi satu sama lainnya agar terjadi pembelajaran yang baik dan menyenangkan.

· Pengontrol, maksudnya dengan komunikasi pengajar dan siswa dapat mengontrol satu sama lainnya agar pembelajaran dpat berjlan dengan lancar dan lebih terarah.

· Pembeda, namun dalam pembelajaran harus ada komunikasi yang dapat membedakan kedudukan keduannya dalm pembelajran.

2. Hubungan antara model komunikasi helical dance dan model psikologi komunikasi.

Helical dance : proses komunikasi yang terdiri dari unsur, hubungan dan ingkungan yang terus berubah. Implikasinya bagi individu yang aktif melakukan komunikasi maka kognitifnya akn semakin meluas dan menunjukan kepada sesuatu fakta bahwa proses komunikasi bergerak maju dan akan mempengaruhi apa yang di komunikasikan menjadi lebih banyak di dapatkan.

Psikologi komuinikasi : ilmu yang berusaha menguraikan , meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan perubahan tingkah laku yang memfokuskan pada penerima dalam kognitip dan afektipnya dalam komunikasi ini peranan individu samgat penting karena, individu harus memproses stimulus yang didapatkan dari lingkungan sosial.

Keterkaitan antara helical dance dan psikologi komunikasi :

Helical dance dan psikologi komunikasi sama – sama berasal dari proses sosial yang didalamnya terjadi interaksi sehingga memperoleh informasi yang menimbulkan proses komunikasi antara satu sama lainnya. Komunikasi ini sama- sama menekankan pada peran individu dalam memproses stimulus yang didapat dari lingkungan sosial yang terus berubah. Stimulus ini kemudian harus diuraikan, diramalkan dan dikendalikan secara aktif agar semakin meluas dalan menghasilkan hasil yang melimpah’

stimulus social stimulus sosial

HELICAL DANCEç===========èPSIKOLOGI

||

||

||

VV

V

· STRUKTUR DAN ISI INFORMASI MELUAS

· PERISTIWA MENTAL

· PERUBAHAN TINGKAH LAKU

Stimulus social stimulus sosial

3. Permasalahan pendidikan dan pembelajran dalam praktek sehari – hari

Meskipun teknologi informasi komunikasi dalam bentuk komputer dan internet telah terbukti banyak menunjang proses pembelajaran anak secara lebih efektif dan produktif, namun di sisi lain masih banyak kelemahan dan kekurangan. Dari sisi kegairahan kadang-kadang anak-anak lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari. Dapat juga terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial. Terkadang pengajar dalam hal ini guru seringkali mengalami kesulitan dalam penyampaian pesan kepada siswa karena perbedaan metode penyampaiannya. Namun dengan adanya komunikasi antara pengajar dan siswa dapat bersama – sama mencari solusi masalah yang dihadapi. Komunuikasi juga berperan sebagai pemersatu, pengontrol dan memberikan motivasi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran berjalan lebih baik dan lancar. Komunikasi juga bisa membuat siswa tidak terpaku pada pembelajran yang sifatnya individual karena dengan komunikasi siswa dapat berinteraksi sosial guna memperoleh pemahaman yang lebih luas.

4. Teknologi komunikasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.

Hal itu telah menguban peran guru dan siswa dalam pembelajaran. Peran guru telah berubah dari: (1) sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, akhli materi, dan sumber segala jawaban, menjadi sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar; (2) dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran, menjadi lebih banyak memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran. Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami perubahan yaitu: (1) dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran, (2) dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan berbagai pengetahuan, (3) dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual (soliter) menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain.

TIK telah memungkinkan terjadinya individuasi, akselerasi, pengayaan, perluasan, efektivitas dan produktivitas pembelajaran yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Melalui penggunaan TIK setiap siswa akan terangsang untuk belajar maju berkelanjutan sesuai dengan potensi dan kecakapan yang dimilikinya. Pembelajaran dengan menggunakan TIK menuntut kreativitas dan kemandirian diri sehingga memungkinkan mengembangkan semua potensi yang dimilikinya..

TIK memberikan peluang untuk berkembangnya kreativitas dan kemandirian siswa. Pembelajaran dengan dukungan TIK memungkinkan dapat menghasilkan karya-karya baru yang orsinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih bermakna. Melalui TIK siswa akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar